A.
Prosedur
Pemilihan Program Pembelajaran Komputer Dan Internet
Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik. Media
yang akan digunakan dalam proses pembelajaran itu juga memerlukan perencanaan
yang baik. Meskipun demikian, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa seorang
pendidik memilih salah satu media dalam kegiatannya di kelas atas dasar
pertimbangan :
1.
Pendidik
merasa sudah akrab dengan media itu.
2.
Pendidik
merasakan bahwa media yang dipilihnya dapat menggambarkan dengan lebih baik.
3.
Media
yang dipilihnya dapat menarik minat dan perhatian peserta didik, serta
menuntutnya pada penyajian yang lebih testruktur dan terorganisir.
4.
Ingin
memberi gambaran atau penjelasan yang lebih konkret.
Jadi dengan dasar pertimbangan inilah yang diharapkan oleh pendidik agar dapat memenuhi kebutuhannya dalam mengajar. Beberapa faktor perlu dipertimbangkan, misalnya tujuan instruksional yang ingin dicapai, karakteristik peserta didik atau sasaran, jenis rangsangan belajar yang diinginkan (audio, visual, gerak, dan seterusnya), keadaan lingkungan, kondisi setempat dan luasnya jangkauan yang ingin dilayani. Faktor-faktor tersebut pada akhirnya harus diterjemahkan dalam keputusan pemilihan program pembelajaran komputer dan internet.
Pada tingkat yang menyeluruh dan umum pemilihan program
pembelajaran komputer dan internet dapat dilakukan dengan mempertimbangkan
faktor-faktor berikut:
1.
Hambatan
pengembangan dan pembelajaran yang meliputi faktor-faktor dana, fasilitas dan
peralatan yang telah tersedia, waktu yang tersedia (waktu mengajar dan
pengembangan materi dan media), sumber-sumber yang tersedia (manusia dan
material).
2.
Persyaratan
isi, tugas, dan jenis pembelajaran. Isi pembelajaran beragam dari sisi tugas
yang ingin dilakukan peserta didik, misalnya penghafalan, penerapan
keterampilan, pengertian hubungan-hubungan, atau penalaran dan pemikiran
tingkatan yang lebih tinggi. Setiap katagori pembelajaran itu menuntut perilaku
yang berbeda-beda dan dengan demikian akan memerlukan teknik dan media yang berbeda-beda
pula.
3.
Hambatan
dari sisi siwa dengan mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan awal, seperti
membaca, mengetik, dan menggunakan komputer, dan karakteristik peserta didik
lainnya.
4.
Pertimbangan
lainnya adalah tingkat kesenangan dan keefektivan biaya.
5.
Pemilihan
media sebaiknya mempertimbangkan pula:
a)
Kemampuan
mengakomodasikan penyajian stiimulus yang tepat (visual dan / atau audio).
b)
Kemampuan
mengakomodasikan respon peserta didik yang tepat (tertulis, audio, dan / atau
kegiatan fisik).
c)
Kemampuan
mengakomodasikan umpan balik
d)
Pemilihan
media utama dan media skunder untuk penyajian informasi dan stimulus.
6.
Media
skunder harus mendapat perhatian karena pembelajaran yang berhasil menggunakan
media yang beragam. Dengan penggunaan media yang beragam, peserta didik
memiliki kesempatan untuk menghubungkan dan berinteraksi dengan media yang
paling efektif sesuai dengan kebutuhan belajar mereka secara perorangan.
Adapun hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media
pembelajaran yang tepat menurut Rasimin, dkk., antara lain :
a)
Acces,
artinya media yang diperlukan dapat tersedia, mudah, dan dapat dimanfaatkan
siswa.
b)
Cost, artinya
media yang akan dipilih atau digunakan, pembiayaannya dapat dijangkau.
c)
Technology,
artinya media yang akan digunakan apakah teknologinya tersedia dan mudah
d)
Interactivity,
artinya media yang akan dipilih dapat memunculkan komunikasi dua arah atau
interaktivitas. Sehingga siswa akan terlibat (aktif) baik secara fisik,
intelektual dan mental.
e)
Organization,
artinya dalam memilih media pembelajaran tersebut, secara organisatoris
mendapatkan dukungan dari pimpinan sekolah (ada unit organisasi seperti pusat
sumber belajar yang mengelola).
f)
Novelty,
artinya media yang dipilih tersebut memiliki nilai kebaruan, sehingga memiliki
daya tarik bagi siswa yang belajar.
Syarat-syarat pemilihan media pembelajaran yang sesuai dengan
proses dan tujuan pembelajaran, antara lain adalah :
1.
Harus
sesuai dengan materi yang akan disampaikan.
2.
Suatu
bahan kajian harus termasuk dalam konsep media.
3.
Pemberian
tugas dan resitasi harus sesuai dengan media yang akan digunakan
4.
Harus
disesuaikan dengan kemampuan peserta didik.
5.
Pertimbangan
jangkauan suara guru
6.
Kemampuan
guru.
B. Prosedur-prosedur Pengembangan Media Pembelajaran
Secara garis besar kegiatan pengembangan media pembelajaran terdiri
atas tiga langkah besar yang harus dilalui, yaitu kegiatan perencanaan,
produksi dan penilaian. Sementara itu, dalam rangka melakukan desain atau
rancangan pengembangan program media. Kebutuhan dalam proses belajar mengajar adalah
kesenjangan antara apa yang dimiliki siswa dengan apa yang diharapkan. Contoh
jika kita mengharapkan siswa dapat melakukan sholat dengan baik dan benar,
sementara mereka baru bisa takbir saja, maka perlu dilakukan latihan untuk
ruku, sujud, dan seterusnya.
Dalam pemilihan media ada beberapa model yang dapat digunakan.
Model-model tersebut di antaranya dengan menggunakan (1) model bagan arus yaitu
dengan cara menggunakan sistem pengguguran dalam keputusan pemilihannya, (2)
model matriks yang menangguhkan keputusan pemilihan sampai seluruh criteria
pemilihannya diidentifikasi dan (3) model checklist yang juga menangguhkan
keputusan sampai semua kriteria terpenuhi.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo
Persada. 2007.
Mukhtar. Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jakarta:
CV. Misaka Galiza. 2003.
http://ad3khalis.blogspot.com/2016/10/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html
http://meretasmasadepan.blogspot.com/2011/03/prosedur-pemilihan-media-pembelajaran.html



Tidak ada komentar:
Posting Komentar